Zina hati itu adalah hati yang menaruh niat
untuk berzina, menikmati hubungan persetubuhan luar nikah. Itu yang
dimaksudkan dengan zina hati.
Rasulullah saw pernah bersabda:-
Maksudnya:
Dituliskan
ke atas anak Adam nasibnya dari zina, dia pasti melakukannya tanpa
dimungkiri. Dua matanya berzina dengan melihat, kedua telinganya berzina
dengan mendengar, lidahnnya berzina dengan kata-kata, tangannya berzina
dengan meraba, dan kakinya berzina dengan melangkah, dan hatinya
cenderung serta menginginkan. Dan dibenarkan atau didustakan perkara
(zina) itu oleh kemaluan.
[Riwayat oleh Muslim]
Mengatasi zina hati
Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan: “Sungguh jika hati
telah berasakan manisnya ibadah kepada Allah dan ikhlas kepada-Nya,
nescaya ia tidak akan menjumpai hal lain yang lebih manis, indah, nikmat
dan baik daripada Allah. Manusia tidak akan meninggalkan sesuatu
dicintainya, melainkan selepas memperoleh kekasih lain yang lebih
dicintainya.
Doa mengundang sikap, rasa
fakir dan rendah diri di hadapan Allah. Oleh itu doa adalah salah satu
bentuk ibadah yang agung. Ketika kita berada dalam kesempitan, kita
bersungguh-sungguh dalam berdoa, berasakan Allah amat dekat mendengarkan
rayuan.
Mengurus mata dan pandangan.
Pandangan yang berulang-ulang adalah suis penting menyalakan api rindu.
Orang yang memandang dengan sepintas lalu jarang berasakan hati terusik
dan jatuh. Ibnul Qayyim menyatakan: “Orang berakal tidak mudah
tergelincir jatuh hati dan rindu, dia tidak tertimpa pelbagai kerosakan.
Barang siapa yang terjun ke dalamnya maka ia termasuk orang yang
menzalimi diri sendiri, tertipu dan akhirnya binasa. Jika dia tidak
melakukan pandangan berkali-kali terhadap orang yang dikagumi dan
usahanya itu meragut benang asmara, pastilah asmara tidak akan kukuh
mencengkam jiwanya.”

No comments:
Post a Comment